Saturday, December 1, 2012

tinta hati


Di saat aku dirisik olehNya
Aku seperti kanak-kanak kecil yang manja
Tidak mengenal apa-apa
Ketika itu aku hanya tahu mengikut kehendakku sendiri
Keputusanku bergantung pada apa yang terbaik dan ku sukai
Pada risikan itu
Sedikit pun tiada ragu bertamu

Setelah beberapa ketika
Aku berada di satu tempat yang indah
Bagiku tempat itu ibarat satu taman syurga
Yang dihiasi dengan kehijauan pokok-pokok muda
Sekelilingnya terbentang sebidang sawah 
Di tepinya sebuah tasik tempat ikan bersuka ria
Ooh ! Alangkah indahnya...  
Jauh dari kota

Pada hari itu
Di situlah tempat ku
Bersama janji yang ku ikat padu
Yang mana pada saat itu
Aku bukan lagi seperti dulu 
Yang hanya mengikut kehendak hati
Kerna ku tahu syaitan akan mempengaruhi

Bertunjangkan satu kefahaman
Dan berbekalkan keikhlasan
Pada hati ku sebatikan pengharapan
Andai tiada segalanya
Juga sunyi dari kehendakNya
Mungkin aku bukan di sini adanya

Di saat aku melafazkan janji
Manik-manik jernih mengalir di pipi
Terasa debaran menjadi tamu hati
Ku bisikkan pada diri 
'insyallah' ini pilihanku, ini taqdirku
Moga inilah yang terbaik buatku

Aku bersyukur kepadaMu Ya Ilahi
Kerna Engkau telah memilih diri 
Berada di dalam perjuangan ini
Harapan dan doa menemani tiap denyutan nadi
Moga Allah memelihara dan menjaga hati ini
Agar terus istiqamah dan cekal diri

Dan inilah hari yang sangat bermakna
Setelah aku bertunang dengan sebuah perjuangan!
Moga Allah memakbulkan doa-doa 
'Ansorullah' di setiap medan perjuangan 
Dan akan termeterailah sebuah perkahwinan 
Setekah ku syahid di jalanMu Ya Allah...

Pada saat itu tiba 
Yang menjadi suatu tarikh rahsia
Yang hanya Allah Maha Mengetahuinya
Yang penuh debar kan terasa
Yang kan menjadi tanda sejarah 
Sebagai pertemuan abadi dengan segala 'Raja'

Semoga sepanjang tempoh ini
MardhotillahNya menemani hari-hari yang bersisa
Dan moga diri tetap istiqamah
Meniti sebuah kehidupan menuju Rabbi



akhirnya


Perasaan itu ada di hati.
Dulu ia terpendam, kerana sibuk studi.
Atau , 
"Malaslah nak fikir... belum ready..."
"Belum sampai masanya lagi..."
"Macam mana nak mulakan, tak reti..."
"Saya memang sedang mencari lah ni..."
Perlahan-lahan, perasaan itu meresap ke hati.
"SubhanAllah, perasaan apakah ini..?"
Itulah perasaan yang suci, ingin saling menyayangi. Ingin saling melengkapi. Ingin dicintai. Ingin dirindui. Perasaan untuk bertemu pasangan. Di atas landasan pernikahan. Tatkala ia hadir dalam perasaan dan fikiran, layanilah ia dengan iman.
"Ya Allah Ya Rahman... Bimbinglah diriku menjadi jodoh yang baik... Temukan diriku dengan dia yang beriman... Permudahkanlah jalanku menuju pernikahan..."
Memilih melalui taaruf yang telus. Membincangkannya dengan ibu bapa, teman-teman yang berilmu lagi amanah. Hati lapang mendengar pandangan, terbuka menerima pesanan dari yang berpengalaman dan akhirnya keputusan itu, kepada Allah diserahkan.
"Ya Allah, aku memohon petunjuk daripadaMu dengan ilmuMu dan aku memohon ketentuan daripadaMu dengan kekuasaanMu dan aku memohon daripadaMu akan limpah kurniaanMu yang besar..."
Inilah antara untaian doa istikharah yang diajar Rasul SAW saat kita telah memilih dan mengenali latarbelakang calon jua bermusyawarah dengan insan-insan berilmu dan amanah. Kita membuat keputusan memilih si dia, dan kita kemudiannya bukan meminta pada Allah agar dia menjadi jodoh kita, tapi kita meminta keputusan Allah atas usaha-usaha kita, dan pastinya atas ilmu dan kebijaksanaan Allah. Malah, itulah misteri yang sejak dulu Allah telah tetapkan.
Akhirnya ....
 Alhamdulillah.. SubhanAllah.. Allahu Akbar..